TUGAS :
MANAJEMEN SUMBER DAYA
MANUSIA II
MENGELOLAH SUMBER DAYA MANUSIA GLOBAL
NAMA – NAMA KELOMPOL :
YUNUS TARUKBUA’ ARUNG B1B1
14 311
www.yunustarukbuaarung.com
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS HALUOLEO
Kendari
2016
MENGELOLA SUMBER DAYA
MANUSIA GLOBAL
A. SDM dan
Internasionalisasi Bisnis
Perusahaan berbasis AS (Amerika Serikat) semakin meningkatkan
kegiatan bisnis keluar negeri. Tentu saja perusahaan besar seperti Protect
& Gamble,IBM, dan Citicorp telah lama memiliki operasi luar negeri yang
luas. Namun dengan penyatuan pasar Eropa,penggunaan mata uang Euro,pembukaan
Eropa Timur,serta tuntutan perkembangan yang cepat di Asia dan bagian dunia
lainnya,bahkan perusahaan kecil telah menemukan keberhasilan bergantung pada
kemampuan memasarkan dan mengelola di luar negeri.
Hal ini
menghadapkan perusahaan pada tantangan manajemen yang menarik. Misal
pasar,produk, dan rencana produksi harus dikoordinasikan berbasis seluruh dunia,dan
harus diciptakan stuktur organisasi yang mampu menyeimbangkan kendali kantor
induk secara terpusat dengan otonomi lokal yang memadai. Perusahaan harus
meluaskan kebijakan dan sistem SDMnya di luar negeri.
Pada masa
globalisasi dewasa ini, demi bertahan, perusahaan harus dapat bersaing di pasar
internasional. Semakin banyak perusahaan yang memasuki pasar internasional
dengan mengekspor produk mereka, membangun fasilitas di negara lain, dan
bergabung dengan aliansi perusahaan asing. Maka, bisnis-bisnis ini harus
membangun pasar global, tidak ketinggalan dengan persaingan di luar negeri,
menyewa tenaga kerja internasional, dan menyiapkan para pekerja untuk
mengahadapi tugas skala global.
Negara asing dapat menyediakan pasar baru yang terdiri dari
jutaan pelanggan baru bagi sebuah bisnis. Alasan lain yang menyebabkan
perusahaan cenderung mendirikan pengoperasiannya di luar negeri adalah karena
biaya pekerja dapat ditekan - contohnya, rata-rata gaji bulanan di Cina hampir
sama dengan rata-rata gaji harian di Amerika. Kemajuan di bidang IT juga
memegang peran dalam kelangsungan bisnis internasional. Kemajuan teknologi dan
komunikasi mempermudah perusahaan untuk mendistribusikan pekerjaan secara
global. Tim yang beranggotakan pekerja dari zona waktu yang berbeda dapat tetap
melangsungkan proyek dengan pembagian menurut daerah atau sesuai dengan bidang
keahlian.
Aktivitas global ini didukung dengan perjanjian perdagangan
antar-negara. Misalnya, sebagian besar negara di bagian barat Eropa merupakan
anggota dari European Union, maka mata uang yang digunakan adalah sama yaitu
euro. Kanada, Meksiko dan Amerika mendorong perdagangan di antara mereka dengan
NAFTA (North American Free Trade Agreement). Selain itu, WTO (World Trade
Organization) memecahkan persengketaan perdagangan di antara lebih dari 100
negara yang berpartisipasi.
Tren dan perjanjian-perjanjian perdagangan tersebut mendukung
perdagangan internasional yang otomatis menyebabkan peningkatan dan perubahan
dalam tuntutan pengelolaan sumber daya manusia. Organisasi dengan pelanggan dan
pemasok di negara lain membutuhkan sumber daya manusia yang memahami para
pelanggan dan pemasok tersebut. Organisasi yang beroperasi di negara lain perlu
memahami hukum dan peraturan yang berlaku di negara-negara tersebut. Mereka
harus dapat menyesuaikan perencanaan sumber daya manusia sedemikian rupa.
Perusahaan harus dapat mengkomunikasikan pelaksanaan praktek mereka kepada
seluruh tenaga kerja internasional. Berbagai kegiatan internasional menuntut
manajer untuk memahami prinsip-prinsip sumber daya manusia serta praktek yang
lazim di pasar global.
B. TANTANGAN
SDM BISNIS INTERNASIONAL
Saat
para periset menanyakan para manajer senior SDM di delapan perusahaan besar,
“Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi praktek MSDM di perusahaan anda saat
ini dan untuk masa mendatang”
1. Penyebaran
Mudah menempatkan keterampilan yang tepat ditempat yang
dibutuhkan, dengan mengabaikan lokasi grafisnya
2. Desiminasi pengetahuan
dan inovasi
Menyebarkan pengetahuan dan praktek yang paling canggih ke
seluruh organisasi dengan mengabaikan dari mana asalnya
3. Mengenali dan
mengembangkan bakat secara global
Mengenali siapa yang dapat berfungsi secara efektif dalam sebuah
organisasi global dan mengembangkan kemampuannya.
Cukup rumit berhadapan dengan penyusunan staf global seperti
ini. Sebagai contoh, hal ini melibatkan pembahasan aktivitas secara
global,termasuk seleksi calon karyawan,syarat dan dokumentasi
penugasan,pemrosesan budaya dan bahasa, administrasi kompensasi dan pemrosesan
penggajian,administrasi pajak ,perencanaan dan pengembangan karier, dan
menangani masalah pasangan dan tanggungan. Tantangan melakukan aktivitas SDM di luar negeri bukan
hanya dari jarak jauh tetapi juga perbedaan politik,budaya,hukum dan ekonomi
antar negara dan masyarakatnya.
Tantangan MSDM menurut
Mathis dan Jackson (2006: 46) adalah lingkungan yang mempengaruhi perubahan
yang signifikan sebagai berikut.
a. Perubahan ekonomi dan teknologi
b. Ketersediaan dan kualitas angkatan kerja
c. Pertumbuhan angkatan kerja tidak tetap
d. Persoalan demografi
e. Penyeimbangan pekerjaan/keluarga
f. Penyusunan ulang organisasional dan merger/akuisisi
a. Perubahan ekonomi dan teknologi
b. Ketersediaan dan kualitas angkatan kerja
c. Pertumbuhan angkatan kerja tidak tetap
d. Persoalan demografi
e. Penyeimbangan pekerjaan/keluarga
f. Penyusunan ulang organisasional dan merger/akuisisi
C. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN DALAM PRAKTIK-PRAKTIK
SDM
Negara-negara
memiliki perbedaan budaya,sistem hukum politik,dan ekonomi,tidak mengherankan
praktik-praktik SDM cenderung berbeda antar negara-negara :
1. Prosedur Seleksi Personel
Pengusaha
di seluruh dunia cenderung menggunakan kriteria dan metode yang sama untuk
menyeleksi karyawan. Di AS,yaitu memberikan wawancara personel,kemampuan
seseorang dalam melakukan persyaratan teknik,dan membuktikan pengalam kerja
dalam pekerjaan yang sama. Kemudian dengan Ujian Karyawan,Ujian Karyawan adalah
satu dati tiga praktik seleksi di RRC,Indonesia ,dan Korea.
2. Tujuan Penilaian Kerja
Penggunaan
hasil penilaian kerja oleh pengusaha cenderung lebih bervariasinya negara yang
berbeda. Misal,pengusaha di Taiwan, AS, Kanada memeringkat untuk menentukan
pembayaran sebagai salah satu dari tiga alasan menilai kinerja,tujian tersebut
tidak penting di Korea dan Meksiko. Di AS ,Taiwan,dan Australia menekankan
penggunaan nilai untuk menghasilkan informasi mengenai kinerja
karyawan,sementara di Meksiko dan Rrc tujuan ini di prioritas bawah. Untuk
mengenali bawahan adalah tujuan utama penilaian di Jepang dan Meksiko.
3. Praktik-Praktik Pelatihan Dan Pengembangan
Tujuan
dari program pelatihan dan pengembangan biasanya terdapat lebih banyak kesamaan
daripada perbedaan antar negara. Khususnya pengusaha dimanapun memeringkat
untuk meningkatkan kemampuan teknis sebagai tujuan utama pelatihan bagi para
karyawan. Alasan utama memberikan pelatihan cenderung sama tanpa memandang
negara,jumlah pelatihan yang diberikan perusahaan berbeda secara substansial
dari satu negara ke negara lain, contoh biaya yang dikeluarkan untuk pelatihan
per karyawan bervariasi dari yang terendah $241 di Asia(kecuali Jepang),$359 di
Jepang, dan $724 di AS. Total jam pelatihan karyawan yang tersedia per tahun
bervariasi dari 26 jam di Asia samapi lebih dari 49 jam di Eropa. Di sisi lain
pengusaha di dunia konsisten dalam metode penyampaian pelatihan. Pelatihan
dalam kelas mempresentasikan bagian terbesar dari waktu pelatihan di seluruh
negara dan wilayah.
4. Penggunaan Intensif Pembayaran
Tujuan
berkenaan dengan pemanfaatan intensif finansial berupakan hal berlawanan dengan
intuisi. Penekanan pada pembayaran kinerja di AS, dan RRC ,orang lebih menduga
para manajer AS yang lebih menekankan intensif daripada RRC. Berdasar survei
intensif hanya memainkan peran moderat dalam paket pembayaran AS. Di
RRC,Jepang,Taiwan intensif memerankan peran relatif penting. Pemilik usaha
kecil tidak kebal terhadap perbedaan global seperti ini.
D. BAGAIMANA MENGIMPLEMENTASIKAN SISTEM SDM
GLOBAL
Perbedaan
budaya dalam praktik SDM di dunia beralasan dengan adanya pertanyaan”
realistiskah perusahaan mencoba menerapkan sistem SDM terstandarisasi sebagian
besar fasilitasnya di dunia?” dari hasil studi menjawab “ya”,,menunjukan
pengusaha harus menunda para manajer lokal pada beberapa maslah spesifik. Fakta
bahwa baru-baru ini terdapat perbedaan penting yang disarankan ,hal terpenting
adalah tahu bagaimana menciptakan dan menerapkan sistem SDM global.
Dalam
studi ini,peneliti mewawancarai personek sdm dari 6 perusahaan
global(Agilent,Dow,IBM,Motorola,Procter&Gamble,dan Shel Oil Co). Kesimpulan
mereka bahwa para pengusaha yang sukses menerapkan sistem SDM global
mengaplikasikan berbagai praktik SDM internasional terbaik dalam melakukannya.
Membuat mereka mampu menciptakan sistem sdm global yang dapat diterima,yang
dikembangkan secara lebih efektif,dan para staf SDM dapat menerapkannya secara
lebih efektif.
1. Membuat Sistem SDM Global Lebih Dapat Diterima
. Pertama,para pengusaha terikat 3 praktik terbaik,pada akhirnya
sistem SDM global yang dikembangkan diterima para manajer lokal di dunia.
1.
Ingat
bahwa sistem global lebih diterima di organisasi yang benar-benar global. Perusahaan-perusahaan
dan manajer berfikir bahwa mereka memiliki ruang lingkup dan perspektif
global,dan sebagian besar fungsi-fungsi dan operasi unit mereka benar-benar
berbasis global. Contoh , organisasi yang benar-benar global mensyaratka para
manajer bekerja dalam tim global,mengidentifikasi dan merekrut serta
menempatkan karyawan secara global.
2.
Menyelidiki
intimidasi terhadap defernsiasi dan tentukan legitimasi mereka. Para manajer SDM
berupaya untuk menstandarisasi seleksi,pelatihan,penilaian,kompensasi,atau
praktik-praktik SDM lain di seluruh dunia akan selalu menemui resistensi dari
para manajer yeng menolak. Penggunaan kata “menyelidiki” tidak berarti
memaksakan sistem yang sudah sesuai lokal. Menilai secra hati-hati budaya lokal
atau perbedaan-perbedaan mungkin melemahkan sisitem baru tersebut. Miliki
pengetahuan masalah hukum setempat dan kemampuan tampil beda saat diperlukan,kemudian
unjuk pasar dengan yang baru.
3.
Cobalah
bekerja dalam konteks perusahaan yang kuat. Budaya perusahaan
ynag kuat membantupemanfaatan wewenang menolak perbedaan geografis. Menciptakan
budaya perusahaan yang kuat menemukan bahwa lebih mudah mencapai kesepakatan
antar karyawan dengan jarak jauh saat tiba waktunya menerapkan praktik-praktik
yang terstandarisasi di seluruh dunia. Contoh,Procter&Gamble memiliki
budaya perusahaan kuat karena cara merekrut,menyeleksi,melatih, dan memberi
penghargaan pada mereka para manajernya memimiliki kesadaran kuat terhadap
nilai bersama. Memilik i kesepakatan global memudahkan perusahaan mengembangkan
dan menerapkan praktik-praktik sdm yang terstandarisasi seluruh dunia.
2. Mengembangkan Sistem SDM Global Yang Lebih
Efektif
Sama
juga,Peneliti telah menemukan perusahaan-perusahaan terkait pada beberapa
praktik pengembangan sisitem sdm yang efektif di dunia.
1. Membentuk
jaringan sdm global. Manajer sdm perusahaan diseluruh dunia harus merasa bahwa
tidak hanya para manajer sdm lokal,tapi merupakan satu bagian kesuluruhan yang
lebih besar dinamakan jaringan SDM global perusahaan. Pada kenyataan peneliti
menemukan dalam pengembangan sistem SDM global,faktor terpenting untuk mencapai
keberhasilan adalah menciptakan infrastruktur rekaan di seluruh dunia yang
digunakan untuk mendukung,membeli,mengorganisasikan kegiatan setempat untuk
membantu lebih memahami sisitem mereka sendiri serta tantangan yang dihadapi.
Memperlakukan manajer lokal sebagai rekanan setara bukan pelengkap.
2. Ingat bahwa
lebih penting menstandarisasikan hasil akhir dan kompetensi daripada metode
tertentu. Contoh,mempertimbangkan pelamar,peneliti menyimpulkan meskipun
perusahaan-perusahaan dapat berupaya melakukan standarisasi perangkat secara
global ,point pentingnya adalah menstandarisaikan apa yang dinilai tapi jadi
fleksibel bagaimana hal itu dinilai.
3. Menerapkan Sistem SDM Global
Sesungguhnya
menerapkan sistem SDM global,beberapa praktik-praktik terbaik membantu
memastikan implementasi lebih efektif.
1. Ingat,”Anda
tidak dapat cukup mengomunikasikan”. Contoh,kebutuhan untuk kontak tetap dengan
para pembuat keputusan di tiap negara,juga dengan orang-orang yang menerapkan
dan menggunakan sistem tersebut.
2. Dedikasikan
sumber daya yang memadai untuk upaya-upaya SDM global . contoh, jangan
mengharapkan kantor SDM setempat dengan tiba-tiba menerapkan prosedur analisis
pekerjaan baru kecuali kantor pusat memberikan sumber daya yang memadai unuk
kegiatan-kegiatan tambahan.
4. Penyusunan staf
organisasi global
Penyusunan staf organisasi global pengusaha adalah
inti dari SDM Internasional. Proses ini meliputi pengidentifikasian dan
penyeleksian orang-orang yang akan mengisi posisi tersebut diluar negeri, dan
kemudian menempatkan mereka di posisi –posisi itu.
Penyusunan staf internasional : Dari Nagara
Asal atau Local
Multinational
company/MNC menggunakan beberapa jenis manajer internasional. Lokal adalah
warganegara dari negara tempat mereka bekerja. Ekspatriat adalah bukan
warganegara dari negara dimana mereka bekerja. Kewarganegaran negara asal
adalah warganegara dari negara dimana perusahaan multinasional memiliki kantor
pusatnya. Kewarganegaraan ketiga adalah warganegara dari sebuah negara selain
dari negara asal. Sebagai contoh, seorang eksekutif Inggris yang bekerja
dicabang Tokyo dari sebuah bank multinasional AS. Ekspatriat masih mewakili
minoritas dari manajer multinasional. Jadi sebagian besar posisi manajerial
diisi oleh orang lokal dari pada ekspatriat baik dalam operasi kantor pusat
atau cabang luar negeri.
Terdapat
beberapa alasan tergantung pada manajer lokal untuk mengisi peringkat manajemen
cabang luar negeri pada perusahaan. Banyak orang yang tidak ingin bekerja di
negara asing, dan biaya menggunakan ekspatriat biasanya jauh lebih besar
daripada biaya yang menggunakan pekerja lokal.Orang lokal mungin memandang
perusahaan multinasional sebagai” warga negara yang lebih baik” jika mereka
menggunakan bakat manajemen lokal, dan beberapa pemerintahan bahwa menekannkan
“nativasi” dari manajemen lokal. Mungkin terdapat ketakutan akan ekspatriat ,
yang mengetahui bahwa mereka ditempatkann kecabang luar negri hanya beberapa
tahun, dapat ter;alu menekankan proyek jangka pendek dari pada tugas jangka
panjang. Alasan utama menggunakan ekspatriat adalah kompetensi teknis,
maksudnya pengusaha sering tidak dapat menemukan kandidat lokal yang memiliki
kualifikasi teknis yang dibutuhkan. Perusahaan multinasional juga memandang
keberhasilan tugas di luar negeri sebagai sebuah langkah yang perlu dalam
mengembangkan para manajer puncak.
Offshoring/SubKontrak
Offshoring/SubKontrak-menugaskan
karyawan lokal luar negeri untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya
dilakukan oleh karyawan domestik negaranya-yang tumbuh dengan pesat.
Pekerjaan
offshoring sangat kontroversial. Terdapat pro dan kontra dalam pekerjaan ini,
tetapi tidak ada keraguan bahwa offshoring adalah masalah yang harus dihadapi
oleh para manajer SDM. Satu hal, offshoring cenderung menjadi kegiatan yang
menggantung pada SDM secara khusus. Terutama saat perusahaan membuka cabang
diluar negeri sehingga mereka harus mengembangkan pasar yang baru atau membuka
fasilitas manufaktur yang baru untuk melayani pasar-pasar lokal. Offshoring
hampir seluruhnya melibatkan SDM.satu hal yang harus dilakukan dengan hati-hati
oleh manajer SDM ketika melakukan offshoring adalah bahwa menemukan kota diluar
negeri yang memberikan tenaga kerja yang murah dengan kompetensi yang tinggi
secara teknis adalah salah satu tugas yang menentukan keberhasilan offshoring.
Hal lainnya, adalah manajer SDM harus memastikan adanya stuktur manajemen dan
pengawasan yang berjalan dengan baik untuk mengelola para pekerja, dan semua
karyawan tersebut mendapatkan penyaringan dan pelatihan yang mereka butuhkan.
Selanjutnya, dengan adanya jarak yang jauh, manajer SDM harus memastikan bahwa
kebijakan kompensasi dan kondisi kerja yang memuaskan. Akhirnya. Offshoring
adalah industri yang tumbuh dengan cepat, dan semua karyawan lokal ini adalah
bagian dari talenta bergerak yang dapat dengan mudah berpindah pada pengusaha
lainnya.
Nilai-nilai kebijakan penyusunan staf
internasional
Dalam
perusahaan yang dijalankan secara etnosentris, sikap yang berlaku adalah sikap
negara asal, gaya manajemen, pengetahuan, kriteria evaluasi dan para manajer
adalah superior terhadap apapun yang mungkin ditawarkan oleh negara setempat.
Dalam perusahaan polisentris, terdapat keyakinan bahwa hanya para manajer
negara setempat yang benar-benar dapat memahami budaya dan perilaku pasar
negara setempat, makanya cabang luar negeri harus dikelola oleh orang lokal.
Dan dalam perusahaan geosentris,terdapat keyakinan bahwa seluruh staf manajemen
harus dipindahkan berdasarkan basis global,berdasarkan asumsi bahwa manajer
terbaik untuk posisi tertentu dimana saja bisa jadi ada, dimana saja dari
sekian banyak negara sempat perusahaan dapat menjalankan kegiatannya. Maksudnya
dalam penyusunan staf geosentril, mencari orang terbaik untuk pekerjaan kunci
diseluruh organisasi,dengan mengabaikan kewarganegaraannya. Hal ini membantu
membangun budaya yang lebih kuat dan lebih konsisten dan menetapkan nilai-nilai
diantara seluruh tim manajemen global.
Mengapa Penugasan Internasional Gagal
Penugasan
internasional adalah inti dari SDM internasional, dalam penugasan internasional
terdapat kegagalan yang disebabkan oleh :
1.
faktor kepribadian
Dalam
studi atas 143 karyawan ekspatriat,orang-orang yang ekstrovert, menyenangkan ,
dan stabil secara emosional memiliki kemungkinan lebih kecil untuk berhenti
lebih awal.
Dalam
sebuah studi, para manajer dari perusahaan Eropa hanya menekankan pada ketidak
mampuan pasangan manajer untuk menyesuaikan diri sebagai alasan gagalnya
penugasan ekspatriat. Studi lainnya juga menekankan pengaruh pasangan yang
tidak puas pada penugasan internasional.
Seperti
yang dikatakan seorang pakar : “Proses pemilihan adalah cacat secara
fundamental … Penugasan ekspatriat jarang gagal karena orang itu tidak dapat
menyesuaikan diri dengan tuntutan teknis pekerjaan itu. Seleksi ekspatriat
dilakukan oleh manajer lini berdasarkan pada kompetensi teknis. Mereka gagal
karena masalah keluarga dan pribadi dan kurangnya keterampilan budaya yang
belum menjadi bagian dari proses tersebut.”
2. Tekanan
keluarga :Seperti ketidakmampuan pasangannya menyesuaikan diri, masalah
keluarga lainnya ,
3.
Ketidakmanpuan manajer itu menyesuaikan diri
4.
Ketidakmatangan pribadi atau emosional manajer
5.
Ketidakmanpuan manajer itu menyesuaikan diri
6. dan
Ketidakmampuan untuk mengahadapi tanggung jawab luar negeri yang lebih besar.
Ada
langkah yang dapat diambil oleh pengusaha dalam mengurangi kegagalan dalam
penugasan dengan memberikan ulasan realistis tentang apa yang harus diharapkan,
penyaringan yang teliti,meningkatkan orientasi, dan paket tunjangan yang lebih
baik merupakan solusi yang jelas.
Melakukan seleksi manajer internasional
Proses
yang digunakan perusahan untuk menyeleksi para manajer bagi operasi mereka baik
domestik atau luar negeri jelas memiliki banyak kesamaan. Dalam penugasan,
kandidatnya harus memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis untuk melakukan
pekerjaan, dan kecerdasan serta keterampilan untuk menjadi seorang manajer yang
berhasil.
Penyaringan kemampuan beradaptasi Proses
yang bertujuan untuk menilai kemungkinan keberhasilan orang yang ditugaskan
(dan pasangannya) dalam menangani perpindahan keluar negeri.
§ Faktor-faktor Penting Orang Ditugaskan Secara
Internasional :
1. Pengetahuan dan Motivasi
Pekerjaan
1. Kemampuan
manajerial
2. Kemampuan
organisasi
3. Imajinasi
4.
Kreativitas
5.
Keterampilan administratif
6.
Kewaspadaan
7. Tanggung
jawab
8. Ketekunan
9. Inisiatif
dan energi
10. Motivasi yang tinggi
11. Terus terang
12. Keyakinan dalam misis dan
pekerjaan
13. Kekerasan hati
2. Keterampilan
Berhubungan
1. Rasa
hormat
2. Sopan
santun dan kebijaksanaan
3.
Memperlihatkan rasa hormat
4. Kebaikan
hati
5. Empati
6. Tidak
berprasangka
7. Integritas
8. Keyakinan
diri
3.
Fleksibilitas/Kemampuan Beradaptasi
1. Panjang
akal
2. Kemampuan
menghadapi tekanan
3.
Fleksibilitas
4. Kestabilan
emosional
5. Kesediaan
untuk berubah
6. Toleran
kepada ambiguitas
7. Kemampuan
beradaptasi
8. Mandiri
9. Dapat
diandalkan
10. Peka secara politis
11. Citra diri yang positif
4. Keterbukaan Budaya
Luar
1. Keragaman
minat luar
2. Minat
dalam budaya asing
3.
Keterbukaan
4.
Pengetahuan bahasa dan ekstrovet
5. Pengalaman
luar negeri
5. Situasi Keluarga
1.
Kemampuanberadaptasidaripasangan dan keluarga
2. Pendapatpositifpasangan
3.
Kesediaanpasanganuntuktinggal di luarnegeri
4. Pernikahan
yang stabil
E. MELATIH DAN MEMPERTAHANKAN KARYAWAN
INTERNASIONAL
1.
Mengorientasikan dan melatih karyawan pada penugasan internasional.
Memberikan
orientasi dan latihan yang dibutuhkan untuk keberhasilan diluar negeri dengan
memberikan pelatihan khusus. Dalam pelatihan khusus terdapat pendekatan 4
langkah yaitu:
o Berfokus pada dampak perbedaan budaya
o Mempunyai tujuan untuk membuat para partisipan
memahami bagaimana sikap (baik positif atau negatif) terbentuk dan sebagaimana
hal itu mempengaruhi perilaku.
o Memberikan pengetahuan faktual tentang negara
tujuan
o Meningkatkan ketrampilan seperti bahasa dan
ketrampilan penyesuaian dan adaptasi.
Diluar
kebutuhan pelatihan khusus ini,para manajer luar negeri terus membutuhkan
pelatihan dan pengembangan tradisional. Misalnya ,di IBM pengembangan meliputi
penugasan rotasi yang mengizinkan manajer luar negeri untuk berkembang secara
profesional. Sebagai tambahan untuk mengembangkan ketrampilan para manajer ini,
aktivitas pengembangan manajemen internasional juga dapat memberi dampak yang
lebih terlihat pada para manajer dan perusahaan mereka. Sebagai contoh,
penugasan rotasi dapat membantu para manajer membentuk ikatan dengan para
kolega mereka diseluruh dunia,dan mereka dapat menggunakan kontak tersebut
untuk membuat keputusan dibuat secara lebih tepat guna. Seperti mengikuti
aktivitas seminar secara periodik .mereka juga dapat membantu memberikan
konsistensi tujuan yang dapat meningkatkan pengendalian,dengan
membangunsekumpulan nilai, standar,dan budaya perusahaan menyatu.
Tren
dalam pelatihan ekspatriat
Terdapat
beberapa tren dalam pelatihan dan pengembangan bagi ekspatriat. Pertama, tidak
hanya memberikan pelatihan lintas budaya sebelum keberangkatan, justru semakin
banyak perusahaan yang memberikan pelatihan lintas budaya yang berkelanjutan di
negeri tujuan selama tahapan awal sebuah penugasan ke luar negeri. Yang kedua,
para pengusaha menggunakan para manajer yang kembali sebagai sumber untuk
menuai”penetapan pikiran global” dari staf mereka di kantor pusat.
2.
Kompensasi internasional
Semua
masalah tentang kompensasi internasional memberikan banyak permasalahan yang
rumit. Di satu isi, terdapat logika dalam mempertahankan skala penggajian dan
kebijakan perusahaan sehingga dapat mengurangi resiko anggapan
ketidakadilan,dan secara dramatis menyederhanakan pekerjaan menelusuri taraf
upah yang berbeda di setiap negara.
Bentuk
pendekatan yang menjadi dasar dalam kompensasi adalah
o Pendekatan
neraca : pendekatan yang paling umum untuk membuat rumusan pembayaran
ekspatriat adalah dengan menyamakan daya beli lintas negara, sebuah teknik yang
dikenal dengan pendekatan neraca.
o Intensif ,
pembayaran ini berbasis kinerja sebagai insentif untuk membuat ekspatriat
menerima dan tinggal dalam penugasan internasional. Premi pelayanan luar negeri
adalah pembayaran keuangan bagi dan diatas pembayaran pokok biasa, dan biasanya
berkisar antara 10% dan 30% dari pembayaran pokok. Meski demikian ,bahwa karena
manajer cenderung mendapatkan premi ini dengan kenaikan yang kecil dari
pembayaran pokok mereka, sangatlah mudah untuk salah menafsirkan hal ini
sebagai”kenaikan gaji” biasa, dan kemudian menjadi membingungkan saat premi itu
diberhentikan sekembalinya ekspatriat tersebut. Biaya kesukaran memberikan
kompensasi kepada ekspatriat untuk kondisi kehidupan dan pekerjaan yang amat
sukar dibeberapa lokasi luar negeri tertentu. Biasanya pengusaha membayarkan
ini secara bertahap (dengan setiap pembayaran gaji) , jadi sangatlah penting
untuk menjelaskan bahwa ini bukan kenaikan permanen. Premi mobilitas biasanya
merupakan pembayaran satu kali dalam jumlah besar untuk memberikan penghargaan
kepada karyawan karena pindah dari satu penugasan ke penugasan lain.
Penilaian Kinerja Para Manajer Internasional
Ada
beberapa hal yang rumit dalam menilai kinerja seorang ekspatriat. Salah
satunya, pertanyaan tentang siapa yang sebernarnya menilai ekspatriat itu
adalah hal yang krusial. Tentu saja, manajemen lokal harus mendapatkan input ,
tetapi perbedaan budaya disini dapat membuat penyimpangan penilaian.jadi, para
atasan dinegara setempat mungkin mengevaluasi seorang manajer ekspatriat di
negara lain dengan agak negatif jika mereka merasabahwa pembuatan keputusan
partisipatif yang dibuat manajer itu tidak pantas secar kultural. Disisi lain,
para manajer kantor pusat mungkin sangat diluar jangkauan sehingga mereka tidak
dapat memberikan penilaian yang sah,karena mereka tidak menyadari situasi yang
dihadapi oleh para manajer lokal. Hal serupa, prosedurnya mungkin mengukur
ekspatriat dengan kriteria obyektif seperti keuntungan pangsa pasar, tetapi
kejadian lokal dapat mempengaruhi kinerja manajer itu sambil tetap” tidak
terlihat” oleh staf kantor pusat.
Usulan
untuk memperbaiki proses penilainan ekspatriat termasuk:
1. Menentukan level kesulitan penugasan
2. Memberikan bobot yang lebih besar terhadap
penilaian manajer itu dilokasi daripada terhadap persepsi manajer tentang
kinerja karyawan dinegara sendiri yang jauh
3. Jika manajer kantor pusat melakukan penilaian
tertulis secara aktual,mintalah ia untuk menggunakan saran dari mantan
ekspatriat yang pernah di lokasi luar negeri yang sama.
3. Hubungan
pekerja internasional
Perusahaan yang
membuka cabang di luar negeri akan menemukan perbedaan yang mencolok dalam
praktik hubungan pekerja antar negara dan daerah di dunia. Hal ini penting
mengingat serikat pekerja sebagai sebuah bagian dari orang orang yang mendapat
upah dan gaji.
Masalah hubungan kerja diberbagai negara dipengaruhi
oleh:
o
Sentralisasi
o
Struktur serikat pekerja
o
Organisasi pengusaha
o
Pengakuan serikat pekerja
o
Keamananserikat pekerja
o
Isi dan lingkup kesepakatan
o
Penanganan keluhan
o
Pemogokan
o
Partisipasi pekerja
4. Terorisme,Keamanan dan SDM Global
Meningkatkan
ancaman terorisme mempengaruhi kegiatan SDM domestik dan luar negeri. Secara
domestik, misalnya bukti anekdot menyarankan bahwa hukum dan prosedu federal
antiteroris yang baru mempengaruhi kemampuan pengusaha mengimpor dan mengekspor
tenaga kerja.
Para
pengusaha juga menghadapi resistenti yang lebih besar dari pada ekspatriat
prospektif. Lebih banyak lagi yang menolak untuk menerima pengiriman ke luar
negeri dan membawa keluarga ke luar negeri, dan mereka menolak ini menuntut
kompensasi yang lebih besar. Dan untuk para karyawan serta fasilitas mereka di
luar negeri,pengusaha harus menetapkan rencana-rencana keamanan yang lebih
komprehensif,termasuk misalnya, rencana evakuasi untuk keamanan karyawan,jika
hal itu menjadi sesuatu yang penting.
Melakukan
Ukuran Perlindungan Para pengusaha melakukannya dalam beragam cara. Salah
satunya dengan Tim Krisis. Banyak pengusaha memang butuh pelayanan dari tim
krisis seperti ini, misalnya ketika mereka menerima peringatan bahwa elemen
kriminal telah menculik atau menyandera salah satu dari ekspatriat mereka, atau
mengancam seseorang dengan sesuatu yang membahayakan kecuali jika tuntutan
dibayarkan.
Melakukan
Ukuran Perlindungan :pengusaha melakukannya dalam beragam cara.
Cara menggendalikan dengan Tim Krisis, banyak pengusaha memang butuh pelayanan
dari tim krisis. Lalu mereka dapat meminta bantuan tim manajemen krisis
ini, misalnya ketika mereka menerima peringatan
bahwa elemen kriminal telah menculik atau menyandera salah satu ekspariat
mereka, atau mengancam seseorang dengan sesuatu yang membahayakan kecuali jika
tuntutan dibayarkan.
Asuransi
Penculikan dan Uang Tebusan (Kidnapping and Ransomi/ K& R)Memperkerjakan
tim krisis dan membayar uang tebusan bisa sangat mahal bagi semua perusahaan
kecuali perusahaan besar, jadi sebagian besar pengusaha dengan banyak
karyawannya di luar negeri membeli asuransi penculikan dan uang tebusan. Satu
atau dari beberapa kejadian dapat menyebabkan pembayaran dibawah kebijakan
seperti ini. Salah satu yang jelas adalah ancaman(perlakuan yang membahayakan
jasmani) dan penyanderaan(menahan karyawan tanpa tuntutan uang tebusan).
Kejadian yang menyebabkan pembayaran lainyya termasuk ancaman untuk proprti
atau produk kecuali pengusaha membayar jumlah tertentu.
Asuransi
itu sendiri umumnya mencangkup beberapa biaya yang berkaitan dengan
penculikan,pemaksaan yang bertentangan dengan hukum,atau upaya-upaya ancaman.
Menjaga
para pelaku bisnis dari kejahatan dalam perjalan mereka adalah
kekhususannya,tapi saran disini termasuk:
· Memberikan
pelatihan umum kepada ekspatriat tentang perjalan, hidup diluar negeri ,dan
tempat yang akan meeka tuju,sehingga mereka lebih terorientasi saat tiba
disana.
· Beritahukan
mereka agar tidak menarik perhatian bahwa mereka adalah orang asing
· Mintalah
para pelancong untuk tiba dibandara sedekat mungkin dengan waktu keberangkatan
dan menunggu diarea yang jauh dari arus jalan utama dimana mereka tidak dapat diamati dengan mudah
· Perlengkapi
mobil dan rumah ekspatriat dengan sistem keamanan yang memadai
· Beri
tahukan karyawan untuk tidak membuat rutinitas waktu kedatangan dan
keberangkatan mereka dan juga mengambil rute perjalanan yang berbeda saat
berangkat dan pulang dari pekerjaan
· Berikan
karyawan tentang kabar mengenai permasalahan kejahatan lainnya dengan secara
teratur memeriksa , semisal, lembar informasi layanan saran perjalanan dan
konduler Departemen Luar Negeri. Situs ini memberikan informasi terbaru tentang
kemungkinan ancaman dihampir setiap negara di dunia.
· Sarankan
karyawan agar tetap terpecaya diri sepanjang waktu: bahasa tubuh dapat menarik
perhatian pelaku kejahatan,dan orang-orang yang sering terlihat seperti korban
kejahatan.
Kesimpulan
Bisnis internasional adalah penting, sehingga perusahaan harus
dikelola secara global. Hal ini menghadapkan manajer dengan banyak tantangan
baru, termasuk mengkoordinasikan operasi produksi, penjualan dan keuangan atas
dasar seluruh dunia. Akibatnya perusahaan menekankan kebutuhan SDM
internasional dengan menyeleksi, melatih, membayar dan melakukan repatriasi
karyawan global.Perbedaan antara negara mempengaruhi proses MSDM sebuah
perusahaan. Faktor budaya seperti individualisme versus kolektivisme menyatakan
perbedaan dalam nilai dan sikap. Faktor ekonomi dan biaya pekerja membantu
menentukan apakah penekanan SDM harus pada efisiensi, pembangunan komitmen atau
suatu pendekatan lainnya. Hubungan industrial dan khususnya hubungan antara
pekerja, serikat pekerja dan pengusaha mempengaruhi sifat dari kebijakan SDM,
khususnya sebuah perusahaan antar negara,Penugasan ekspatriat gagal dalam
jumlah besar, tetapi rata-rata dapat diperbaiki melalui seleksi yang teliti.
Ada berbagai sumber yang dap[at digunakan SDM untuk menyusun staf domestik dan
cabang luar negeri. Posisi manajerial sering kali diisi oleh orang lokal dari
pada ekspatriat, tetapi tidak selalu demikian.Menyeleksi manajer untuk
penugasan ekspatriat berarti menyaring mereka atas sifat yang diprediksi
berhasil dalam beradaptasi pada lingkungan baru. Sifat demikian meliputi
kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas, kekokohan budaya, orientasi sendiri
dan situasi keluarga. Penyaringan kemampuan beradaptasi yang fokus pada kemungkinan
keberhasilan keluarga dalam menangani penugasan luar negeri bisa menjadi
langkah yang amat penting dalam seleksi.Pelatihan untuk para manajer luar
negeri biasanya fokus pada perbedaan budaya, bagimana sikap mempengaruhi
perilaku dan pengetahuan faktual tentang negara yang menjadi tujuan.Proses
penilaian ekspatriat bisa menjadi rumit untuk memiliki penyelia sesuai
kebutuhan, baik lokal atau kordinator pusat yang memberikan input kepada
tikauan kinerja. Permasalahan repatriasi adalah umum. Permasalahan itu termasuk
ketakutan yang mendasar yang sering dialami ekspatriat. MSDM strategis adalah
menghubungkan SDM dengan sasaran dan tujuan startegis untuk memperbaiki kinerja
bisnis danmengembangkan budaya organisasi yang memupuk inovasi dan
fleksibilitas
DAFTAR PUSTAKA
http://lutfidamayanti.blogspot.co.id/2013/06/bab-17-mengelola-sdm-global.html
http://www.academia.edu/8061654/Menegement_SDM_Global